Di saat Rasulullah saw dan kaum muslimin mendapat tekanan terberat dari para pemimpin musyrikin Quraisy, Allah SWT menguatkan agama Islam dengan masuknya dua tokoh besar yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khaththab. Hal ini terjadi di tahun keenam dari nubuwah. Hamzah bin Abdul Muththalib Masuk Islam Suatu hari Abu Jahal melewati Rasulullah saw tatkala di Shafa, lalu mencaci maki dan melecehkan beliau, namun beliau hanya diam saja. Abu Jahal memukul kepala beliau dengan batu mengakibatkan beliau terluka. Lalu Abu Jahal berbalik menuju kumpulan orang-orang Quraisy di dekat Ka’bah dan mengobrol bersama mereka. Seorang budak perempuan milik Abdullah bin Jad’an melihal semua kejadian itu. Sementara Hamzah baru pulang berburu sambil menenteng busurnya hendak menuju Ka’bah untuk thawaf sebelum kembali ke rumahnya. Di tengah perjalanan, ia dihentikan budak perempuan itu dan melaporkan semua perbuatan Abu Jahal terhadap Rasulullah saw. Hamzah adalah seorang Quraisy yang s...
Setelah tiga tahun diangkat sebagai Rasul dan berdakwah secara sembunyi, barulah Allah SWT memerintahkan Rasulullah saw berdakwah secara terbuka. Dengan turun ayat kepada beliau agar menyampaikan dakwah kepada kerabat terdekat. “ Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” (Asy-Syu’ara:214) “ Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memeliharamu dari orang yang memperolok-olokkan(engkau).( Al Hijr:94-95) Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah ialah mengundang Bani Hasyim. Undangan pertama, Rasulullah saw mendapat tentangan dari paman beliau Abu Lahab. Kemudian beliau mengundang mereka untuk kedua kalinya. Dalam pertemuan itu beliau bersabda, “ Segala puji bagi Allah dan aku memuji-Nya, memohon pertolongan, percaya dan tawakal kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya.” Kemudian beliau melanjutkan lag...
Allah SWT mengingatkan kepada Rasulullah saw dan kaum muslimin akan konsekuensi dakwah secara terbuka. Mereka pasti akan menghadapi tantangan, gangguan, siksaan, bahkan ancaman pembunuhan. Allah berjanji akan menjaga Rasulullah dari gangguan kaum musyrikin. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan(engkau), (yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah, mereka kelak akan mengetahui (akibatnya). Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud, dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajalmu .( Al Hijr: 95-99) Upaya pemuka kaum Quraisy membendung dakwah Rasulullah saw diawali dengan cara halus yaitu meminta Abu Thalib, paman Rasulullah untuk membujuk Nabi menghentikan dakwahnya. Secara halus Abu Thalib menolak permintaan mereka dan memberi...
Komentar
Posting Komentar